Monday, 3 February 2014

TUTUP KELUH KESAH DENGAN KESABARAN

PERMULAANNYA, mari kita renungi dua kisah yang pernah berlaku kepada para nabi, iaitu kisah Nabi Sulaiman a.s. dan Nabi Yaakob a.s. Orang Mukmin tatkala menerima kebaikan daripada Allah pasti akan melahirkan rasa kesyukuran, bukan?
Lihat Nabi sulaiman ketika menerima penyerahan istana kerajaan saba’ daripada Puteri Balqis, baginda mengucapkan: “inilah sebahagian daripada kurnia Tuhanku, sebagai ujian-Nya kepadaku, adakah aku bersyukur ataupun bersikap kufur.” (surah al-Naml 27: 40) Demikian juga, cubaan yang dihadapi oleh Nabi Yaakob kerana kehilangan Nabi Yusuf disebabkan perbuatan hasad dengki saudaranya sendiri. Baginda bertawakal kepada Allah dengan penuh kehambaan sebagaimana tergambar dalam sepotong ayat yang bermaksud: “ia berkata: ‘Hanya kepada Allah kesusahan dan keresahan ini aku adukan.’” (surah Yusuf 12: 86)
Jentikan ujian
Ujian datangnya dalam pelbagai bentuk, termasuk juga seperti gagal mencapai cita-cita, kebakaran, banjir, serangan wabak penyakit, kehilangan orang tersayang ataupun diuji dengan nikmat masa sihat dan masa lapang. Alangkah indahnya apabila berdepan dengan ujian Allah, sabda Rasulullah s.a.w. ini selalu kita ingati, maksudnya: “sangat mengagumkan keadaan seorang Mukmin, sebab segala keadaannya untuk ia sangat baik, dan tidak mungkin terjadi demikian kecuali bagi seorang Mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur, maka syukur itu sangat baik baginya dan apabila menderita kesusahan ia bersabar, maka sabar itu lebih baik baginya.” (Riwayat Muslim)
Itulah yang dikatakan ujian sangat pahit, namun terselit hikmah yang amat manis. Walau bagaimanapun, masih ramai yang tidak sanggup untuk menerima dan melaluinya. Hidup ini tidak semudah kita menterbalikkan tapak tangan. Cuba kita terbalikkan tangan, terlalu cepat dan pantas bukan? Namun, kehidupan ini tidak semudah itu. ibarat melalui jalan berliku, penuh dengan bengkang-bengkoknya. Hidup ini juga kita boleh ibaratkan seperti kaca, jika tidak sabar, maka hancur berderailah kehidupan ini, seperti kaca terlepas daripada genggaman.
Peranan kesabaran seseorang sangat penting dalam menghadapi situasi buruk yang memang tidak disukai ini. Berbincanglah, bagaimana untuk melalui dengan keadaan ini seterusnya berfikir cara mengatasinya. Perbanyakkan juga berdoa kerana doa mampu mengubah takdir.
Bermesra dengan Allah
Antara sabda Rasulullah s.a.w., maksudnya: “Tiga perkara daripada tanda kekafiran terhadap Allah iaitu merobek baju, mengeluh dan menghina nasab (keturunan) orang lain.”
Dan sabdanya lagi: “Mengeluh itu termasuk kebiasaan jahiliah, dan orang yang mengeluh jika ia mati sebelum bertaubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian daripada wap api neraka.” (Riwayat ibn Majah)
Apa akan berlaku jika hati dipenuhkan dengan mengharap sambil memaksa ketentuan Allah? Yang pasti, niat dan impian kita akan hancur berkecai bak debu berterbangan dan wujudlah prasangka buruk terhadap Allah. Segala ikhtiar menjadi sia-sia. Nauzubillah. Mari kita insafi dan merenung segala ujian yang pernah kita lalui selama kita hidup. Kita banyak bersyukur ataupun mengeluh?
Kita banyak reda ataupun menyalahkan takdir? Kita banyak mencari jawapan atau banyak mempersoalkan itu dan ini? Muhasabah, sebanyak dan setebal mana tahap kesabaran kita? 

Siti Rohani Suriani
Sumber artikel daripada Majalah Gen Q 7

Wednesday, 29 January 2014

Tiga Catatan Tentang Mimpi Buruk

Pertanyaan:
Apa yang mesti kita lakukan dengan mimpi buruk yang akhir-akhir ini hadir di mimpi saya. Dan kenapa selalu ada yg meninggal di dalam mimpi saya??
Dari: Uche

Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah
Bagian dari kesempurnaan syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallamadalah mengajarkan semua hal penting dalam kehidupan manusia. Hanya saja, ada orang yang berusaha memahaminya dan ada yang melupakannya. Seseorang akan bisa merasakan dan meyakini betapa sempurnanya Islam, ketika dia memahami aturan syariat yang demikian luas. Di saat itulah, seorang muslim akan semakin yakin dengan agamanya. Anda bisa buktikan dan mencobanya.
Diantaranya petunjuk tentang mimpi. Meskipun Islam tidak mengajarkan umatnya tentang takwil mimpi yang mereka alami, namun rambu-rambu yang diberikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah sangat memadai untuk menjadi panduan dalam mensikapi mimpi. Tak terkecuali, mimpi buruk.
Ada beberapa hal yang dijelaskan dalam Islam, terkait mimpi buruk.
Pertama, mimpi tidak semuanya benar
Sumber mimpi tidak selamanya datang dari Allah. Bisa juga karena bawaan perasaan atau permainan setan.
Disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairahradhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الرؤيا ثلاث حديث النفس وتخويف الشيطان وبشرى من الله
“Mimpi itu ada tiga macam: bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah.”
Makna Hadis:
- “Bisikan hati”: terkadang seseorang memikirkan sesuatu ketika sadar. Karena terlalu serius memikirkan, sampai terbawa mimpi.
- “Ditakuti setan”: mimpi yang datang dari setan. Bentuknya bisa berupa mimpi basah atau mimpi yang menakutkan.
Jenis mimpi yang ketiga adalah kabar gembira dari Allah. Mimpi ini adalah mimpi yang berisi sesuatu yang baik dan menggembirakan kaum muslimin. (Keterangan Dr. Musthafa Dhib al-Bugha, salah seorang ulama bermazhab Syafi’i, dalam ta’liq untuk Shahih Bukhari)
Kedua, mimpi buruk berasal dari setan
Dari jenis mimpi di atas, mimpi buruk termasuk salah satu permainan setan kepada bani Adam. Mereka ingin menakut-nakuti manusia. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita menceritakan mimpi buruk kepada siapa pun.
عَنْ جَابِرٍ قَالَ جَاءَ أَعْرَابِىٌّ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَأَيْتُ فِى الْمَنَامِ كَأَنَّ رَأْسِى ضُرِبَ فَتَدَحْرَجَ فَاشْتَدَدْتُ عَلَى أَثَرِهِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِلأَعْرَابِىِّ « لاَ تُحَدِّثِ النَّاسَ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِكَ فِى مَنَامِكَ ». وَقَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- بَعْدُ يَخْطُبُ فَقَالَ « لاَ يُحَدِّثَنَّ أَحَدُكُمْ بِتَلَعُّبِ الشَّيْطَانِ بِهِ فِى مَنَامِهِ .
Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, ada seorang Arab badui datang menemui Nabi kemudian bertanya, “Ya rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada orang tersebut, “Jangan kau ceritakan kepada orang lain ulah setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi”. Setelah kejadian itu, aku mendengar Nabi menyampaikan dalam salah satu khutbahnya, “Janganlah kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan dirinya dalam alam mimpi” (HR Muslim)
KetigaYang harus dilakukan ketika mimpi buruk
Ada beberapa hal yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika seseorang mimpi buruk:
1. Meludah kekiri 3 kali.
2. Memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dari setan 3 kali, dengan membaca
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
A’udzu billahi minas-syaithanir-rajiim” atau bacaan ta’awudz lainnya).
3. Memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan mimpi tersebut.
4. Atau sebaiknya dia bangun kemudian melaksanakan Shalat.
5. Mengubah pisisi tidurnya dari posisi semula ia tidur, jika ia ingin melanjutkan tidurnya, walaupun ia harus memutar kesebelah kiri, hal ini sesuai zahir hadis.
6. Tidak boleh menafsir mimpi tersebut baik menafsir sendiri atau dengan meminta bantuan orang lain.
Keterangan tentang hal ini terdapat dalam beberapa  hadis berikut :
Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إذا رأى أحدكم الرؤيا يكرهها، فليبصق عن يساره ثلاثا وليستعذ بالله من الشيطان ثلاثا، وليتحول عن جنبه الذي كان عليه
“Jika kalian mengalami mimpi yang dibenci (mimpi buruk) hendaklah meludah kesebelah kiri tiga kali, dan memohon perlindungan dari Allah dari godaan setan tiga kali, kemudian mengubah posisi tidurnya dari posisi semula.” (HR. Muslim)
Dalam hadis lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وإن رأى ما يكره فليتفل عن يساره ثلاثا وليتعوذ بالله من شر الشيطان وشرها، ولا يحدث بها أحدا فإنها لن تضره
Ketika kalian mengalami mimpi buruk, hendaknya meludah ke kiri tiga kali, dan memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan dan dari dampak buruk mimpi. Kemdian, jangan ceritakan mimpi itu kepada siapapun, maka mimpi itu tidak akan memberikan dampak buruk kepadanya.” (HR. Muslim)
Abu Qatadah (perawi hadis) mengatakan,
إن كنت لأرى الرؤيا أثقل علي من جبل، فما هو إلا أن سمعت بهذا الحديث، فما أباليها
“Sesungguhnya saya pernah bermimpi yang saya rasa lebih berat dari pada gunung, setalah aku mendengar hadis ini aku tidak peduli mimpi tersebut.”
Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الرُّؤْيَا ثَلَاثٌ، فَرُؤْيَا حَقٌّ، وَرُؤْيَا يُحَدِّثُ بِهَا الرَّجُلُ نَفْسَهُ، وَرُؤْيَا تَحْزِينٌ مِنَ الشَّيْطَانِ فَمَنْ رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ
Mimpi itu ada tiga: mimpi yang benar, mimpi bisikan perasaan, dan mimpi ditakut-takuti setan. Barangsiapa bermimpi yang tidak disukainya (mimpi buruk), hendaklah dia melaksanakan shalat.” (HR. at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)
Allahu a’lam
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

Monday, 27 January 2014

8SHARE

Baru saja 1 bulan

cara2 dia tekan link ini : http://bit.ly/1kKLG8T

Saturday, 25 January 2014

Jadi model Bas Kolej Komuniti Segamat =)



PENGHARGAAN PALING BERHARGA DALAM HIDUP AKU













BILA PERAGAI GILA2 SUDAH DATANG... (^,^)



JOM! SINGAH YOUTUBE SAYA.....

http://www.youtube.com/user/MyHan90